Sewa Barang dari Luar Negeri ? Gunakan Impor Sementara saja

ada sebuah perusahaan yang akan menyewa sebuah alat yang cukup mahal dari luar negeri. jika alat itu dibeli, perusahaan tersebut keberatan dengan harganya. karena alat itu hanya digunakan selama 6 bulan. setelah itu alat tersebut tidak digunakan lagi. mubazir jika harus membeli. hal yang paling efisien adalah dengan menyewa. namun bagaimana nanti pengurusannya di bea cukai. bukannya tidak ada transaksi jual beli dalam sewa alat tersebut ?

di bea cukai ada fasilitas untuk barang yang disewa dari luar negeri. atau secara umum dikatakan fasilitas untuk barang yang hanya digunakan di dalam negeri untuk sementara waktu. yaitu impor sementara.

impor sementara ini adalah kegiatan impor atau memasukkan barang dari luar negeri ke dalam negeri hanya untuk sementara waktu yang nantinya akan diekspor kembali dengan jangka waktu paling lama 3 tahun.

contoh kegiatan ini adalah misalnya untuk pameran, untuk kegiatan/event tertentu, kegiatan eksplorasi sumber daya alam ataupun hanya untuk contoh, dicoba/test, diperbaiki dan sebagainya.

namun syarat barang dapat dilakukan impor sementara adalah bahwa barang tersebut tidak habis pakai selama digunakan dan tidak mengalami perubahan bentuk. selain itu juga terdapat identitas atau dapat diidentifikasi pada saat barang masuk dan keluar, misalnya terdapat serial number dan semacamnya.

terhadap barang impor sementara, ada yang mendapatkan pembebasan bea masuk dan ada yang mendapatkan keringanan bea masuk. bedanya apa? mari kita lihat.

Barang yang mendapat pembebasan bea masuk untuk impor sementara barang untuk keperluan seminar, pameran, konferensi, digunakan untuk demonstrasi, penelitian, pertunjukan, kapal wisata, kendaraan, dan barang yang digunakan untuk pengemas berulang seperti kontainer. impor sementara yang mendapatkan pembebasan bea masuk, PPN nya tidak dipungut dan dikecualikan dari pungutan PPh pasal 22 nya.

barang yang mendapatkan keringanan bea masuk pada saat dilakukan impor sementara adalah barang yang selain yang diberikan pembebasan, atau dapat juga barang yang digunakan untuk kepentingan proyek infrastruktur, perbaikan maupun pengujian. untuk jenis ini tetap dipungut PPN dan PPh impor. namun mendapatkan keringanan bea masuk sebesar 2% per bulan dari nilai bea masuk yang seharusnya.

Untuk mendapatkan fasilitas impor sementara ini sangat mudah. bisa dengan mengajukan permohonan ke kantor bea cukai terdekat. dengan dilampiri bukti pendukung bahwa barang tersebut memenuhi persyaratan untuk impor sementara. seperti perjanjian sewa, spesifikasi barang, identitas barang serta jaminan. jaminan ini bisa berupa garansi bank sebesar pajak yang seharusnya dibayar, yaitu bea masuk dan pajak dalam rangka impor seperti PPN dan PPh.

jika dalam jangka waktu yang telah ditentukan ternyata barang tersebut masih digunakan, jangka waktu impor sementara dapat diperpanjang hinga maksimal 3 tahun. setelah itu wajib untuk di ekspor kembali. ekspor barang impor sementara wajib dilakukan paling lambat 30 hari setelah jangka waktunya habis, jika tidak di reekspor, akan mendapatkan denda sebesar 100% dari nilai bea masuk.

aturan tentang impor sementara diatur dalam peraturan menteri keuangan nomor 178/PMK.05/2018 tentang impor sementara yang dapat di download disini.

semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *