Prosedur Impor Melalui Kiriman Pos

Impor barang dari luar negeri yang dikirim ke dalam negeri menggunakan kiriman pos adalah salah satu cara untuk mengimpor barang. ini adalah bagian dari metode impor yang pernah saya tulis pada artikel sebelumnya, klik disini.

Tata cara mengimpor barang melalui kiriman pos berbeda dengan tata laksana impor umum yang dilakukan dengan menggunakan muatan cargo dengan kontainer yang dilakukan di pelabuhan atau bandar udara. aturan impor barang kiriman pos mempunya tata cara tersendiri yang dibedakan dengan metode lain.

hal yang perlu untuk diketahui oleh orang awam yang akan menerima barang dari luar negeri melalui kiriman pos adalah dengan mengetahui prosedurnya. supaya tidak terjebak oleh penipuan yang sering dilakukan banyak sekali di negeri ini. metode impor dengan kiriman pos ini adalah salah satu cara yang paling mudah dibandingkan dengan metode kiriman cargo di pelabuhan.

tidak ada persyaratan khusus bagi importir atau penerima barang kiriman pos dari luar negeri. bisa perseorangan pribadi atau juga badan usaha. kiriman pos juga sangat bermacam bentuknya, bisa dari surat atau dokumen hingga barang yang berharga mahal seperti  emas atau juga batu mulia.

Pembebasan Bea Masuk

Impor melalui kiriman pos, dikenakan pembebasan bea masuk dan pajak lainnya untuk barang yang nilainya kurang dari USD100. harga tersebut adalah harga FOB atau freght on board, artinya harga barang dari luar negeri belum termasuk biaya ongkos kirim (freight) dan asuransi jika ada.

untuk barang yang nilainya lebih dari USD100, tidak berlaku pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor lainnya, seperti PPN dan PPh. besarnya bea masuk adalah 7,5% untuk semua barang flat.

Untuk pajaknya adalah sebesar: PPN 10%, PPh 10% jika mempunyai NPWP, 20% jika tidak mempunyai NPWP

Untuk barang yang nilainya kurang dari USD1500, penerima barang tidak perlu membuat dokumen apapun, cukup menggunakan consigmen note yang sudah ada. kecuali ada hal-hal yang perlu dilampirkan seperti invoice pembelian atau mungkin kiriman untuk perusahaan.

sedangkan untuk kiriman pos yang melebihi nilai USD1500, jika dikirim untuk badan usaha dilakukan prosedur menggunakan PIB atau pemberitahuan impor barang seperti impor pada umumnya, sedangkan jika dikirim untuk perorangan akan menggunakan dokumen PIBK atau pemberitahuan impor barang Khusus.

Pembayaran Bea Masuk

Pembayaran bea masuk untuk barang kiriman pos dari luar negeri adalah dengan sistem billing ke rekening negara, dibayarkan melalui bank atau kantor pos. tidak ada pembayaran kepada petugas atau transfer ke rekening perorangan.

Contoh menghitung bea masuk

Barang berupa 1 buah pakaian dengan harga USD60 maka kiriman akan mendapatkan pembebasan bea masuk dan pajak, barang akan langsung dikirim ke alamat oleh petugas pos.

Barang berupa 1 buah handphone dengan harga USD300, maka penerima barang akan dikenakan bea masuk sebesar 7,5%, PPN 10% dan PPh 10% jika punya NPWP atau 20% jika tidak punya NPWP. perhitungannya adalah : (misal kurs 1USD = Rp 13000)

Harga barang = USD300 x 13000 = Rp 3.900.000

Bea masuk = Rp. 3.900.000 x 7,5% =  Rp.292.500

PPN = (Rp. 3.900.000 + 292.500) x 10% = 419.250

PPh = (Rp. 3.900.000 + 292.500) x 10% = 419.250 (jika mempunyai NPWP)

total yang harus dibayar = 292.500 + 419.250 + 419.250 = Rp. 1.131.000

atas kiriman tersebut penerima barang akan mendapatkan pemberitahuan untuk membayar pajak ke kantor pos setelah itu barang bisa diambil atau diantar.

Peraturan tentang barang kiriman pos bersumber dari Peraturan Menteri Keuangan nomor 182/PMK.04/2016 tentang ketentuan impor barang kiriman.

bisa didownload di link ini.

Photo by Hello I’m Nik on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *