Mengurus Barang Pindahan Dari Luar Negeri

Saya pernah baca beberapa kasus yang merasa kesulitan ketika mendatangkan barang pindahan dari luar negeri. selain karena memang sama sekali tidak tahu prosedur juga takut mendapatkan kesulitan dalam mengurusnya. kemudian juga ada kekhawatiran akan adanya biaya yang banyak ketika mengurus itu.

sebenarnya ada aturan yang digunakan untuk kegiatan impor barang pindahan ini. kita sebut impor karena definisi impor adalah memasukkan barang dari luar negeri ke dalam negeri, berarti barang pindahan dari luar negeri termasuk dalam ketegori itu.

hal penting yang perlu diketahui adalah adanya pembebasan bea masuk, dan PPN. namun pembebasan ini harus masuk dalam kategori yang disyaratkan termasuk barang pindahan. hal-hal yang tidak termasuk dalam pembebasan bea masuk adalah barang berupa barang dagangan dan kendaraan bermotor. jadi kalau anda sedang pindahan dari luar negeri dan ikut membawa barang dagangan yang akan dijual di Indonesia dan ataupun membawa kendaraan bermotor, pembebasan nya akan tidak berlaku.

pembebasan ini bisa digunakan oleh PNS, TNI, TKI, pelajar, mahasiswa, orang umum yang bekerja di luar negeri yang telah tinggal di luar negeri minimal 1 tahun dibuktikan dengan surat keterangan yang sah. surat keterangan ini misalnya saja bisa dari perwakilan RIĀ  di negara asal. dan saran saya lebih baik diurus sendiri dan barang dialamatkan kepada diri sendiri bukan kepada orang lain karena ini termasuk barang dengan perlakuan khusus (pindahan).

pembebasan juga bisa digunakan oleh warga negara asing yang akan di Indonesia, minimal selama setahun dibuktikan dengan izin menetap dari ditjen imigrasi. dokumen yang bisa digunakan misalnya adalah KIMS dan KITAS.

Nah, kemudian bagaimana jika barang pindahan ini datangnya tidak bersamaan dengan waktu kepindahan orangnya. memang sih, kalau terlalu lama jaraknya bisa dianggap bukan barang pindahan lagi, namun bisa menjadi barang kiriman biasa. lebih baik memang datang bersamaan dengan pemiliknya atau paling lama 3 bulan sebelum atau sesudah kedatangan pemilik. hal ini bisa dibuktikan dengan paspor yang dipunyai pemilik. jadi bisa saja karena pemilik naik pesawat dan barangnya naik kapal laut menjadi berbeda kedatangannya.

terakhir yang perlu menjadi perhatian adalah bisa jadi barang mendapatkan pembebasan pajak, apakah bisa langsung diambil? barang tetap harus memenuhi prosedur dengan membuat pemberitahuan impor barang khusus yang nanti akan dilakukan pemeriksaan oleh bea cukai.

kemudian tidak tertutup kemungkinan akan dikenakan biaya sewa gudang. biaya ini bukan pajak. namun biaya yang dibebankan oleh gudang di bandara atau pelabuhan yang menjadi tempat kedatangan. biasanya biaya yang dikenakan bisa per container per hari atau per kubik jika tidak menggunakan kontainer. ini yang berbeda-beda tiap bandara atau pelabuhan. semakin lama akan semakin besar karena biayanya per-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *