Kemudahan Impor Tujuan Ekspor, Solusi untuk bahan baku dari luar negeri

ada yang bertanya, pak saya impor barang, kemudian nanti hasilnya akan saya ekspor lagi, kenapa harus bayar bea masuk ya pak. kan pengguna akhir barang bukan dari dalam negeri pak, kata yang bertanya itu.

memangnya barangnya diapakan pak, koq nantinya diekspor lagi. tanya saya selidik.

barangnya itu bahan baku pak, nanti kita oleh kemudian barang jadinya diekspor, begitu pak.

ekspor memang sedang digalakkan oleh pemerintah. namun jika memang bahan baku belum bisa disediakan dari dalam negeri, tentu mau tidak mau harus impor bahan baku dari luar negeri. justru itu nanti kita akan mendapatkan devisa dari hasil ekspor.

pertanyaan selanjutnya adalah, kalau bahan baku impor nanti jadi mahal pak, bayar bea masuk dan pajak nya. kan kalau diekspor pesaing kita dari luar negeri sangat banyak, dari seluruh dunia. oleh karena itu pemerintah memberikan insentif kepada pengusaha dengan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor. atau disingkat KITE.

dari namanya saja sudah kelihatan. fasilitas ini hanya berlaku untuk tujuan ekspor. artinya memang perusahaan yang akan mendapatkan adalah perusahaan yang berorientasi ekspor. atau minimal sebagian besar hasil produksinya akan diekspor. bukan untuk dijual di dalam negeri. bagaimana jika hasil produksinya untuk pasar dalam negeri? fasilitas ini tidak berlaku tentunya.

fasilitas ini memberikan pembebasan bea masuk dan tidak dipungut PPN impor untuk bahan baku dan bahan penolong, serta barang modal jika diperlukan. yang nantinya akan digunakan untuk pengolahan yang menghasilkan barang jadi yang akan diekspor. pembebasan bea masuk dan pajak ini ditujukan untuk memberikan nilai tambah bagi pengusaha untuk bersaing di pasar global.

misalnya saja atas bahan baku yang diimpor, dikenakan bea masuk 5% dan PPN 10%, maka nilai tersebut menjadi nilai tambah perusahaan. karena tidak akan mempengaruhi cashflow perusahaan dan dapat dikonversi menjadi keuntungan tentunya. atau bisa juga dengan biaya bea masuk dan pajak yang hilang berarti mengurangi pengeluaran dan dapat menurunkan harga jual. harga bersaing sangat menentukan dalam memenangkan persaingan di pasar.

untuk mendapatkan fasilitas ini sangat mudah, apalagi dijaman digital sekarang, instansi akan memberikan layanan yang transparan dan maksimal. hanya dengan surat izin usaha dari instansi terkait atau IUI, perusahaan dapat mengajukan menjadi penerima fasilitas KITE ke Kantor bea cukai terdekat. permohonan melalui online atau Online Single Submission. setelah itu akan ditindaklanjuti dengan pengecekan oleh petugas bea cukai. misalnya cek tentang lokasi perusahaan, validasi dokumen, sistem akuntansi perusahaan seperti IT Inventory. jika memenuhi syarat, perusahaan diwajibkan untuk melakukan presentasi di kantor wilayah bea cukai. setelah presentasi, dalam waktu 1 jam akan mendapatkan keputusan.

teknisnya setelah mendapatkan fasilitas KITE, perusahaan harus membuat konversi bahan baku tersebut menjadi barang jadi seperti apa. hal itu digunakan sebagai kontrol bea cukai atas impor bahan baku yang dilakukan dan realisasi ekspornya.

 

foto : https://www.pexels.com/photo/intermodal-container-stacked-on-port-1427541/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *