Inilah Fasilitas Impor dari Luar Negeri untuk Pengusaha Kecil dan Menengah

Kegiatan impor tidak banyak diketahui oleh para pengusaha industri kecil dan menengah (IKM). banyak dari mereka yang mengaku tidak tahu menahu tentang kegiatan impor barang dari luar negeri. padahal banyak bahan baku yang dapat didatangkan dari luar negeri dengan harga yang lebih murah sehingga dapat menambah daya saing bagi industri tersebut.

para pengusaha IKM dengan modal yang tidak terlalu banyak tentu sangat memperhatikan harga bahan baku dalam kelangsungan industrinya. dengan impor, bahan baku akan didapatkan dari seluruh dunia. tidak tergantung dari supply barang di dalam negeri saja. tidak juga bergantung dari pasokan importir lain yang menjual kembali dengan harga yang lebih mahal daripada yang sebenarnya. padahal dengan era informasi seperti sekarang ini, info tentang bahan baku bisa kita dapatkan walaupun dari luar negeri.

ingin melakukan impor tetapi sudah takut duluan dengan aturannya. padahal sekarang untuk industri IKM yang berorientasi ekspor sudah disediakan fasilitas yang sangat membantu bagi para pengusaha IKM. fasilitas tersebut dikenal dengan nama KITE IKM. singatan dari Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil dan Menengah.

Sesuai dengan namanya, fasilitas ini hanya untuk para pengusaha kecil dan menengah. kategorinya pengusaha yang berorientasi ekspor atau tujuan ekspor. dengan bahan baku berasal dari impor. karena fasilitas disini yang akan diberikan adalah fasilitas pada saat impor bahan baku. ]

Fasilitas pada saat impor diberikan pembebasan bea masuk dan tidak dipungut PPN dan PPn BM untuk impor bahan baku, barang modal dan barang penolong lainnya. jadi dengan tidak dipungut beberapa pajak tersebut akan tercipta efisiensi dalam biaya produksi sehingga dapat bersaing dengan pengusaha lain dari luar negeri.

kriteria industri kecil dan menengah ini diberikan untuk pengusaha dengan nilai investasi kurang dari 500 juta (pengusaha kecil) dan kurang dari 10 Milyar untuk pengusaha menengah. selain pengusaha diatas tentunya juga ada fasilitas KITE namun berbeda dengan KITE IKM.

untuk mendapatkannya bagaimana ? cukup datang ke kantor pelayanan bea cukai terdekat dengan lokasi pabrik. dengan membawa dokumen seperti IUI (Ijin Usaha Industri) dan NPWP akan dijelaskan dengan sejelasnya oleh petugas.

Selain dilakukan oleh pengusaha, impor juga dapat dilakukan oleh konsorsium IKM. karena mungkin saja para pengusaha masih belum lengkap dokumen usahanya dan belum dapat melakukan impor. dapat membuat konsorsium yang nantinya akan melakukan impor atau ekspor untuk IKM tersebut. beberapa IKM dapat membuat konsorsium dengan bentuk badan usaha atau koperasi yang akan mengurus kegiatan ekspor impor untuk pengusaha. nantinya distribusi dari konsorsium baru ke pengusaha.

Tujuan utama produksi KITE IKM ini adalah untuk ekspor. namun dapat juga dijual di Indonesia maksimal 25% dari realisasi ekspor yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *