Impor barang yang dibawa penumpang pesawat

salah satu cara lagi yang dapat digunakan sebagai metode impor barang adalah dibawa pada saat seseorang datang dari luar negeri. ini pun termasuk dalam kegiatan impor. mengingat kalau kita kembali pada definisi impor barang adalah memasukkan barang dari luar negeri ke dalam negeri.

ada tata cara sendiri yang berlaku dalam prosedur impor barang penumpang ini. hal ini berbeda dengan impor menggunakan metode lain yaitu impor cargo di pelabuhan yang pernah saya tulis disini ataupun melalui kiriman pos yang pernah saya tulis disini.

yang termasuk kategori impor barang penumpang ini adalah bawaan penumpang berupa bawaan yang ditenteng maupun yang masuk dalam bagasi pesawat. kegiatan ini dilakukan tanpa menggunakan dokumen pemberitahuan impor barang atau PIB seperti impor barang cargo namun menggunakan dokumen yang dikenal sebagai customs declaration atau disingkat CD.

CD ini berupa kertas satu lembar yang disediakan oleh maskapai yang akan menuju ke Indonesia ataupun disediakan di bandara kedatangan, biasanya ada di dekat tempat mengambil tas bagasi. dokumen ini wajib diisi dengan benar dan sesuai dengan apa yang dibawa oleh penumpang.

setelah penumpang mengisi CD, dapat menuju keluar dengan dapat memilih jalur hijau untuk tidak diperiksa barang bawaannya atau jalur merah untuk dilakukan pemeriksaan. namun di jalur hijau pun, jika petugas bea cukai melihat ada yang mencurigakan akan dapat dilakukan pemeriksaan.

pembebasan bea masuk

untuk setiap penumpang yang membawa barang bawaannya akan mendapatkan pembebasan bea masuk sampai dengan kategori tertentu. untuk barang pribadi yang lazimnya dibawa oleh orang yang bepergian mendapatkan pembebasan, misalnya saja pakaian, sepatu, laptop, kamera, hp dan sebagainya yang wajar untuk digunakan selama perjalanan.

untuk barang yang selain pribadi tersebut, misalnya saja barang pembelian baru, barang dagangan, dan sebagainya mendapatkan pembebasan sampai dengan barang senilai USD 500. barang yang nilainya diatas USD500 akan dikenakan bea masuk dan pajak dalam rangka impor. besarnya bea masuk adalah 10%.

contoh seorang penumpang tiba dari luar negeri menggunakan pesawat udara. dia membeli sebuah handphone baru di luar negeri. pada barang pribadinya juga sudah ada handphone yang telah ia gunakan sehari-hari. harga handphone baru tersebut adalah USD800. (misal kurs usd1 = Rp.13000) maka perhitungannya adalah :

nilai impor barang = (800-500) x 13000 = 3.900.000 (mendapatkan pengurangan pembebasan USD500)

bea masuk = 10% x Rp. 3.900.000 = 390.000

PPN = 10% x (3.900.000 + 390.000) = 429.000

PPh = 7,5% x (3.900.000 + 390.000) = 321.750 (akan berbeda/lebih besar jika tidak mempunyai NPWP)

jumlah yang harus dibayar = 390.000+429.000+321.750 = 750.750

pembayaran

pembayaran bea masuk dan pajak untuk barang penumpang menggunakan metode ebillling yang dapat dibayar penumpang melalui ATM atau bank. jangan ada pembayaran secara tunai kepada petugas ataupun rekening pribadi, menjaga jangan sampai ada penipuan.

selain pembayaran bea masuk dan pajak, ada juga hal lain yang harus diperhatikan oleh penumpang yang membawa barang ke Indonesia. yaitu adanya aturan barang larangan dan pembatasan. aturan ini misalnya bahwa untuk barang -barang tertentu wajib memenuhi ijin dari instansi terkait. misalnya saja seperti barang berupa obat atau kosmetik harus ada ijin dari BPOM, mainan untuk anak wajib ada SNI dan sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *