Dokumen pada impor barang kiriman melalui kantor pos atau jasa titipan

Saat orang memasukkan barang dari luar negeri ke dalam negeri, itulah yang disebut impor. dan biasanya untuk yang bukan pelaku usaha besar, membeli barang di luar negeri akan dikirim menggunakan pos atau jasa selain pos seperti DHL, FEDEX, RPX dan lain sebagainya. itu juga disebut sebagai proses impor.

untuk yang masih awam dengan proses kiriman dari luar negeri, mungkin akan berfikir panjang, bagaimana caranya mengurus ini ya? jangan khawatir, untuk proses barang kiriman ini biasanya sudah diuruskan oleh pihak pos atau selain pos tadi. silahkan tunggu saja di rumah, barang akan diantar sampai ke alamat.

untuk proses penghitungan bea masuk dan pembebasan bea masuknya silahkan klik disini.

namun walaupun kita hanya perlu nunggu dirumah dan bayar pajak seperti yang kita ketahui bersama, pada kiriman pos dari luar negeri ada beberapa dokumen yang digunakan. hal ini supaya tidak salah atau dimanfaatkan oleh oknum yang merugikan. dokumen yang dimaksud pada artikel ini bukanlah dokumen yang harus disiapkan oleh penerima barang namun yang digunakan oleh kantor pos dalam memproses barang kirimannya di bea cukai.

yang pertama adalah consigment note atau biasa disebut CN. ini sebenarnya adalah surat atau dokumen pengiriman barang yang menyertai barang kiriman tadi dari luar negeri. seperti halnya resi yang kita biasa dapatkan ketika mengirim barang melalui pos atau jasa kirim. CN digunakan ketika barang bernilai dibawah USD 1500. ketika barang senilai dibawah USD 75 akan mendapatkan pembebasan bea masuk. selebihnya hingga USD 1500 harus bayar bea masuk dan pajak dan dokumennya CN. CN ini biasanya dilampiri dengan bukti pembelian atau invoice. jika tidak ada maka harus dicari dokumen yang sejenis dengan itu.

selanjutnya adalah dokumen PIBK. ini adalah kepanjangan dari Pemberitahuan Impor Barang Khusus. digunakan untuk barang kiriman yang lebih dari USD 1500 dan merupakan orang pribadi. lampirannya sama yaitu bukti pembelian atau surat lain yang sejenis. bedanya dengan CN adalah penghitungan bea masuknya akan disesuaikan dengan buku tarif kepabeanan Indonesia (BTKI). jika menggunakan CN akan mendapat 7,5% jika menggunakan PIBK akan mengikuti BTKI dan bisa berbeda-beda. bisa 5%, 7,5% atau 10% tergantung yang ada di buku itu.

selanjutnya adalah PIB. kepanjangan dari Pemberitahuan Impor Barang. ini sudah seperti dokumen yang digunakan pada impor cargo yang biasa menggunakan kontainer atau yang biasa digunakan oleh importir reguler. dokumen ini digunakan untuk barang kiriman yang nilainya lebih dari USD1500 dan oleh penerima barang merupakan badan usaha. badan usaha ini bisa PT, CV maupun bentuk lain. karena ini hanya diperuntukkan badan usaha jadi lebih banyak persyaratannya seperti mempunyai SIUP, NIK dan sebagainya. semua dokumen itu konon bisa diperoleh di pelayanan terpadu satu pintu di masing-masing kabupaten. ada juga yang online kerennya OSS online single submission.

jadi itulah dokumen kepabeanan yang lazimnya digunakan pada barang kiriman dari luar negeri. kalau harga barang murah akan terasa sangat mudah karena hanya CN dan biasanya cuma tinggal bayar saja. biasanya orang akan kaget ketika menggunakan PIBK apalagi PIB. jika memang akan reguler mengimpor barang, penulis sarankan untuk masuk lewat cargo reguler saja dengan menjadi importir karena memang barang kiriman ini defaultnya hanya untuk kiriman insidentil dan barang yang relatif tidak mahal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *